Selasa, 21 Maret 2017

Etika Berprofesi dalam Bidang Sistem Informasi

Tugas

Etika Berprofesi di Bidang Sistem Informasi

Dalam hal ini kita ambil contoh yaitu seorang programmer, seorang programmer diharuskan dapat mengerti dan memahami setiap kode, simbol, dan kegunaan dari setiap simbol. Dikarenakan ia diperintahkan untuk membuat sesuatu yang bersifat nyata menjadi virtual dengan menggunakan software yang ada. Seperti, penggajian karyawan setiap bulan, setiap karyawan memiliki data, jabatan, dan tugas yang berbeda maka pendapatan perharinya tentu juga bervariasi. Dan disini seorang programmer diharuskan membuat data setiap karyawan yang berisi mengenai profil pribadi, dll. Serta jam kerja dari karyawan tersebut, sehingga dapat menentukan gaji setiap bulannya sesuai dengan tingkat kehadiran dan jam kerjanya, semua itu dibuat oleh seorang programmer dengan cara mengakumulasikan jam kerja dikalikan dengan pendapatan, sehingga data dapat terproses dan dapat diketahui setiap bulannya untuk kemudian karyawan mendapatkan gaji sesuai dengan jam kerja produktifnya.

Selain itu, adapun kode etik yang diharapkan bagi para programmer adalah:

1.   Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2.   Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3. Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
4.  Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau meminta ijin.
5.    Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa ijin.
6.    Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7.   Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapat ijin.
8.  Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
9.    Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
10.  Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja
11.  Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12.  Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13.  Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
14.  Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.

Pengertian Etika Profesi dan Profesionalisme

Tulisan

Etika Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professsional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.


Profesionalisme
Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Alam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral.

Ciri-Ciri Profesionalisme

Adapun ciri ciri dari profesionalisme yang diantaranya sebagaimana di bagian bawah ini:
  • Yang pertama, Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi.
  • Yang kedua, Memiliki kode etik.
  • Yang ketiga, Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang tinggi.
  • Yang keempat, Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.
  • Yang kelima, Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan program kerja.
  • Yang kelima, Menjadi anggota organisasi dari profesinya.
Kode Etik Profesional
 Kode etik merupakan norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Sedangkan,
kode etik profesional adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu.

Jumat, 13 Januari 2017

Teknologi Telematika berbasis Internet & Penerapan di Bidang Kesehatan

1.      Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
      
Istilah teknologi telematika (telekomunikasi, media, dan informatika) bermula dari istilah teknologi informasi (Information Technology atau IT). Istilah ini mulai populer di akhir dekade 70-an. Pada masa sebelumnya, teknologi informasi masih disebut dengan istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronik atau PDE (Electronic Data Processing atau EDP).
Istilah telematika lebih ke arah penyebutan kelompok teknologi yang disebutkan secara bersama-sama, namun sebenarnya yang dimaksudkan adalah teknologi informasi yang digunakan di media massa serta teknologi telekomunikasi yang umumnya digunakan dalam bidang komunikasi lainnya.

Istilah teknologi sering kali rancu dengan istilah sistem informasi itu sendiri dan kadang menjadi bahan perdebatan. Ada yang menggunakan istilah teknologi informasi untuk menjabarkan sekumpulan sistem informasi pemakai, dan manajemen. Pendapat ini menggambarkan teknologi dalam perspektif yang luas. Namun kalau didasarkan pada definisi sistem informasi menurut Alter di depan, teknologi informasi hanyalah bagian dari sistem informasi.

1.2 Batasan Masalah
          Batasan masalah dalam makalah ini mencangkup tentang perkembangan teknologi telematika pada saat ini dan penerapannya dikalangan masyarakat.

1.3 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah dapat memberikan informasi mengenai perkembangan teknologi telematika saat ini serta perkembangannya.

2.Pembahasan

2.1 Pengertian Teknologi Telematika

     Secara garis besar, teknologi telematika berbasis teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian; perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Perangkt keras menyangkut pada peralatan-peralatan yang bersifat fisik, seperti memori, keyboard, dan printer. Adapun perangkat lunak yang terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras
Adapun peran penting internet tersebut dalam perkembangan telematika, antara lain:
  1. Distribusi geografis mencakup seluruh dunia, pada saat masuk dalam jaringan maka dapat berkomunikasi dengan siapapun di seluruh dunia.
  2. Memperlihatkan arsitektur yang kuat, karena merupakan jaringan kerja dan tidak terdapat pusat kontrolnya.
  3. Kecepatan beroperasinya sesuai waktu yang sesungguhnya (real time speed).
  4. Aksesnya bersifat universal, siapapun dapat menghubungkan diri dengan jaringan internet.
  5. Memberikan kebebasan berbicara, tidak ada larangan untuk berpendapat dan berbicara.
2.2 Penerapan
              
Salah satu contoh bentuk penerapan dari telematika tersebut. Salah satu penerapan telematika dalam bidang kesehatan ini adalah Telematika dalam Penelitian Kesehatan, disamping Tele-Education, Telemedicine, serta Telematika untuk Manajemen Pelayanan Kesehatan dan kami akan menjelaskan mengenai Telemedicine.

Telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet,satelit dan lain sebagainya.

2.3 Manfaaat Telemedicine

Manfaat telemedicine adalah sebagai berikut:
  • Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
  • Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.
  • Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
  • Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
  • Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

3.Penutup

3.1 Kesimpulan
            telemedicine sebagai suatu alat bantu telah menawarkan beberapa peluang. Dengan mengutamakan keselamatan pasien yang didukung regulasi, standar, penelitian dan kedokteran berbasis bukti, telemedisin mungkin dapat membantu terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

3.2 Saran
Perkembangan teknologi seperti ini seharusnya sudah dapat digunakan diberbagai bidang kesehatan, khususnya rumah sakit. Sehingga dokter dapat mendiagnosa penyakit dari pasiennya secara cepat dan efektif sehingga dapat secara cepat menanggulangi serta memberikan pengobatan yang tepat dan sesuai dengan keluhan pasien.


4. Daftar Pustaka :



juliaherliyani.blogspot.com/2017/01/pekembangan-teknologi-telematika.html